depan
  • Home
  • UMUM
  • Kadisdik Jadi Tersangka Pengadaan Buku

Kadisdik Jadi Tersangka Pengadaan Buku

Senin, 19 Oktober 2015 | 20:36:50
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menetapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Asep Hilman sebagai tersangka. Asep diduga melakukan tindak pidana korupsidalam pengadaan buku aksara Sunda tahun anggaran 2010.

"Iya, Asep Hilman yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Provinsi Jabar menjadi tersangka," kata Kasie Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman, saat ditemui di kantornya, Senin (19/10).

Penetapan tersangka terhadap Asep Hilman sudah berdasarkan nomor Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) 478/02/fd.1/09/2015. Asep Hilman pada saat kasus ini terjadi, berkapasitas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Berdasarkan penghitungan sementara yang dilakukan penyidik Kejati Jabar dari nilai proyek Rp 4,6 miliar, negara dirugikan Rp 2 miliar. "Sedangkan untuk kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat sampai saat ini belum kami terima," katanya.

Pihaknya mengaku sebelum menentukan status penyelidikan menjadi penyidikan pemeriksaan saksi dilakukan. Termasuk keterangan tersangka. Dari hasil itulah akhirnya penyidik Kejati Jabar menetapkan status hukum terhadap Asep.

Adapun modus yang dilakukan Kadisdik yakni memark up harga buku yang seluruhnya Rp 4,6 miliar. Untuk memenangkan proses tender Asep juga menggunakan CV bodong. Berdasarkan dari hasil penyidikan, keberadaan nama - nama peserta tender tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan.

"Dari hasil penyidikan itu tidak bisa dipertanggung jawabkan," tandasnya.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjerat Asep Hilman dengan pasal 2, Pasal 3 Undang Undang Republik Indonesia nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang RI nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Dia menambahkan, hingga saat ini Kadisdik belum ditahan oleh Kejati Jabar. Dengan beberapa pertimbangan Asep masih boleh menyelesaikan dulu jabatannya.

"Kita belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Penyidik belum memerlukan penahanan karena akan menyelesaikan berkasnya terlebih dahulu," ujarnya.

BERITA LAINNYA
Renungan Hati
Rabu, 23 November 2016 | 21:57:36
Pantai Solop Akan Dibangun Pusat Penelitian Mangrove
Sabtu, 20 Februari 2016 | 22:31:05
Kadisdik Jadi Tersangka Pengadaan Buku
Senin, 19 Oktober 2015 | 20:36:50
Hasbullah Resmi Daftar Calon Kades Belantaraya
Selasa, 6 Oktober 2015 | 21:50:05
Distamben Pantau Lokasi Semburan Gas di Pelangiran
Selasa, 6 Oktober 2015 | 11:06:43
Rapi Inhil Gelar Silaturahmi
Minggu, 4 Oktober 2015 | 19:32:30
BERIKAN KOMENTAR