depan
  • Home
  • SenBud
  • Manongkah Kerang Tradisi Masyarakat Suku Duano

Manongkah Kerang Tradisi Masyarakat Suku Duano

Rabu, 16 September 2015 | 22:36:57
Beritainhil.COM Indragiri Hilir, Riau Masyarakat Suku Duano (suku laut) memiliki tradisi leluhur Manongkah yang hingga kini tetap dilestarikan. Tradisi ini terbilang unik dan langka di dunia. Manongkah merupakan aktivitas tradisional komunitas Suku Duano yakni menangkap kerang (Anadar Granosa) di hamparan padang lumpur dengan mengunakan sebilah papan.

Sekilas aktivitas Manongkah ini mirip dengan peselanjar. Hanya saja objek dan teknik yang digunakan jauh berbeda dengan selanjar. Saat mencari kerang di permukaan lumpur, warga Suku Duano, bak peselancar profesional, papan sebagai sebagai alat paling efektif bergerak cepat dilumpur yang di dayung menggunakan kaki dan tangan sesuai arah dituju.

Aktifitas berburu kerang atau biasa disebut ‘Menongkah Kerang’ ini dilakukan oleh warga setempat pada saat air Sungai Indragiri Hilir sedang surut. Pada saat itu hamparan daratan lumpur dengan mudah dilalui menggunakan sebilah papan berukuran lebar sekitar 30 centimeter dan panjang lebih dari 1,5 meter. Pemandangan langka ini hanya dapat ditemukan di Perkampungan Suku Laut atau juga dikenal dengan Suku Duano. Salah satu masyarakat adat asli ini bermukim di beberapa kecamatan di Indragiri Hilir seperti di Kecamatan Tanah Merah dan Concong.

Kini tradisi leluhur itu terus dipertahankan. Pemkab Indrgiri Hilir bersama komunitas Suku Duano mengadakan helat akbar pelestarian Manongkah yang dikemas kedalam kegiatan Gerakan Manongkah Massal di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir. Ratusan warga pun turun ke lumpur untuk turut memeriahkan helat Gerakan Manongkah Massal.  Pada tahun 2008 lalu, Manongkah massal yang dilakukan komunitas Suku Duano mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI)  dengan kategori Menongkah massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Menurut Ketua Suku Duanu Sarpan Firmansyah, tradisi Manongkah sudah ada di perkampungan suku laut. Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir sejak tahun 1685  Dari sinilah berawal munculnya turunan Manongkah seperti selancar atau surfing yang kali pertama di adakan di Hawai pada tahun 1767 dan terus berkembang ke skateboard pada tahun 1940 di Amerika Serikat.

Untuk tetap mempertahankan tradisi leluhur budaya negeri, komunitas Suku Duanu sudah bertekad akan mendaftarkan Manongkah sebagai hak kekayaan intelektual suku laut ke komite dewan warisan dunia dibawah naungan Unisco.Kini Manongkah memiliki potensi yang luar biasa dalam mengangkat sektor pariwisata di Kabupaten Indragiri Hilir. Rencananya tradisi budaya Manongkah juga akan dijadikan kalender even pariwisata andalan Kabupaten Indragiri Hilir Riau.

BERITA LAINNYA
Five Minutes Akan Manggung di Tembilahan
Senin, 16 November 2015 | 20:53:10
Permainan Pantulan digelar saat Idul Adha
Sabtu, 26 September 2015 | 16:34:26
Tembilahan dan Pasar Wadai Ramadan 2015
Rabu, 16 September 2015 | 22:51:49
Manongkah Kerang Tradisi Masyarakat Suku Duano
Rabu, 16 September 2015 | 22:36:57
IPPMBR: Budaya Suku Banjar di Inhil Bakal Bangkit
Rabu, 16 September 2015 | 22:22:48
BERIKAN KOMENTAR