banner_header 728 x 90
besar bawah menu
Loading...
  • Home
  • Hukum
  • Warga Desa Mumpa Mengeluh Banyak Judi Berkedok Permainan

Warga Desa Mumpa Mengeluh Banyak Judi Berkedok Permainan

Rabu, 9 Desember 2015 | 18:45:43

Tembilahan, Berita Inhil.Com - Masyarakat Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan semakin maraknya aksi “judi” berkedok permainan “dingdong” yang beroperasional dibawah jembatan penyebrangan rumbai jaya.

Alat permainan yang disebut masyarakat setempat mirip “peti mati warga tioghua” ini dioperasionalkan dengan memasukkan koin yang satuannya dihargai Rp 1000. Pengacakan undian secara otomatis dengan panduan hadiah bergambarkan aneka buah-buahan yang akan menjadi penentu. Jika beruntung, pemain akan mendapatkan sejumlah koin berlipat ganda.

“yang paling diincar pemain adalah gambar semangka bang. Tapi ada juga gambar semangka yang hanya sebelah. Itu hadiahnya tak seberapa. Tapi yang nyatanya, sangat jarang yang beruntung. Namanya juga judi, ” Sampaikan Hamdan, warga setempat melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.org, rabu (8/12/2015) malam

Menurutnya, sejak mulai beroperasional sekitar dua bulan yang lalu, “judi” berkedok permainan yang mengoperasionalkan 5 unit mesin itu selalu ramai dipadati pemain. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak-anak juga mulai terpengaruh untuk mempertaruhkan nasib. “terus terang kami sangat resah. Jika tidak segera ditindak, kami khawatir akan merusak mental generasi muda kami,” keluhkannya

Setiap harinya ditambahkan Hamdan, kegiatan “judi” ini beroperasional selama 24 jam. Kalaupun tutup, itu hanya dikarenakan pasokan listrik terputus. Ia bahkan mengaku sudah mengadukan persoalan ini kepada RT dan Kepala Desa setempat, tapi belum mendapatkan respon. “Kades hanya bilang belum bisa mengambil kebijakan karena belum dilantik,” terang Hamdan.

Warga Desa setempat lainnya yang tidak ingin namanya dipublikasikan juga membenarkan adanya permainan “judi” ini. Berdasarkan informasi dilapangan katanya, pemilik permainan ini adalah warga Tembilahan.

“Tapi itu hanya kabar-kabar yang beredar. Yang jelas katanya permainan ini ada yang jadi beking sehingga bisa aman,” Ujarnya, namun enggan mengatakan siapa yang disebutnya sebagai pembeking “judi” berkedok permainan ini.

Diakhir kalimatnya ia hanya berharap agar pihak keamanan khususnya kepolisian untuk segera menertibkan agar tidak terus berlarut-larut dan jelas merugikan masyarakat.

Terkait hal ini, Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono,Sik melalui Paur Humas Iptu Warno Akman dikomfirmasi detikriau.org melalui sambungan selular mengaku pihaknya belum mengetahui adanya tindak pidana perjudian dilokasi tersebut.

“Kita sarankan kepada masyarakat jika memang melihat hal itu untuk menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian Sektor setempat,” Jawab Paur Humas singkat.(detikriau.org) 


BERITA LAINNYA
Loading...
Pelaku Begal ditembak Mati Polrestabes Medan
Sabtu, 4 Agustus 2018 | 12:30:21
BERIKAN KOMENTAR
loading...