depan
  • Home
  • Kabar Inhil
  • Tua Renta, Anak Sudah Tua, Nenek di Tembilahan Ini Hidup di Emperan Ruko

Tua Renta, Anak Sudah Tua, Nenek di Tembilahan Ini Hidup di Emperan Ruko

Selasa, 28 Februari 2017 | 08:50:52

TEMBILAHAN, BERITAINHIL.COM - Fokus beribadah, bermain dengan cucu dan beristirahat dengan nyaman, menikamati masa-masa tua, rasanya menjadi impian semua orang apabila umur sudah memasuki masa senja. 
Tetapi apa mau dikata, cerita terbalik datang dari seorang perempuan renta bernama Kamariah (70 tahun) yang mana harus memikul beban yang sangat luar biasa dikala harus dibebani dengan masalah keuangan serta tuntutan hidup yang begitu besar, sehingga harus berjuang untuk bertahan hidup walaupun harus tinggal diemperan ruko.

Nenek malang ini harus berjuang keras menjalani hidupnya. Karena, selain tidak memiliki rumah, kondisinya juga lumpuh alias tidak bisa berjalan.

Yang lebih ironisnya lagi, dalam perjuangannya, ia harus tidur di emperan ruko Pasar Tembilahan, walaupun kondisi tempat tinggal tersebut jauh dari kata layak. Sebab, selain tempat terbuka dan ukuran kecil, teras itu juga rawan kebanjiran jika air sedang pasang.

Memang, nenek tersebut tidaklah sebatang kara, melainkan bersama seorang putranya Udin yang juga berumur sudah cukup tua yakni (54 tahun), akan tetapi tetap saja keadaannya mengundang perhatian banyak kalangan.

"Mama saya sudah 3 bulan ikut saya. Sebenarnya saya sendiri hidup seperti ini sudah 5 tahun tapi pindah-pindah lokasi," kata Udin, bercerita.

Udin menceritakan kehidupannya sehari-hari, Ibunya tersebut sebelumnya sempat tinggal bersama keluarganya di parit 11, tapi sekarang rumah tersebut sudah ramai, karena segan maka Udin nekat membawa Ibunya tinggal bersamanya tidur di depan ruko-ruko.

Lebih lanjut Udin juga mengatakan, ia tak punya keluarga dekat lagi di Tembilahan, sehingga itu ia sulit untuk mengungsi.

"Ada keluarga, tapi jarak hubungan darahnya jauh," terangnya.

Sementara itu, Udin sendiri dalam kesehariannya hanya sebagai tukang becak yang pendapatannya juga tidak memadai. Dalam sehari, Udin mengaku mendapatkan hasil paling besar hanya Rp30 ribu.

"Itu pendapatan paling besar tapi jarang sekali dapat segitu, paling sering tak ada dapat sama sekali. Jadi, perut lapar itu sudah biasa," imbuhnya

BERITA LAINNYA
Semangat Bupati Inhil Upayakan Penyelamatan Kebun Kelapa
Minggu, 17 September 2017 | 17:25:17
Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ)
Rabu, 19 Juli 2017 | 16:26:54
BERIKAN KOMENTAR